Puisi

                                                    Rintikan Hujan Malam


Bulan menangis,
Diantaranya kudengar isakan pilu.
Suara parau yang terasa lirih
Seperti luka sayatan tersiram cuka.

Disana aku melihatmu,
Disana, tepat dimuka pintu
Wajah mu sayup,
terlihat pasi dibalik samar

Seolah temaramnya langit
sore dibalik kabut
tak mengizinkan seorangpun
menyentuh sinarmu
         dan mengabaikan bahu ringkihku.


Karya : Rahmat Ramadhan


0 komentar:

Post a Comment